foto mobil truk terbesar di dunia
UJIcoba truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter segera dimulai di Bali pada Agustus 2022 nanti. Uji coba itu akan jadi yang pertama di Indonesia sekaligus pengujian langsung dalam kegiatan operasional sehari-hari. Uji coba Mitsubishi Fuso eCanter itu terkait dengan pelaksanaan "EV Smart Mobility-Joint Project" yang diselenggarakan oleh lima merek otomotif Jepang di Nusa Dua, Bali.
2 Bagger 288 Bagger 288 selesai dibangun pada 1978, ekskavator roda ember itu memiliki tinggi 94,79 meter, panjang 214,88 meter, dan berat 41276,9 ton. Kendaraan tersebut menggantikan Crawler Transporter milik NASA sebagai kendaraan darat terbesar di dunia.
Trukdiduga rem blong menabrak dua motor di depannya yang menyebabkan satu orang tewas dan tiga terluka. Kanit Lakalantas Satlantas Polres Malang Iptu Sunarko mengatakan, truk bermuatan pasir berpelat nomor N 8075 UH tersebut dikemudikan Sujarwo. Penyebabnya diduga rem blong. "Kejadiannya kemarin sore di Desa Blayu, Malang," kata Sunarko saat
TruckTerbaik Di Indonesia - Perkembangan di dalam dunia otomotif memang telah mengalami kemajuan yang semakin meningkat besar, oleh karena itu di setiap pabrikan mobil langsung memanfaatkan moment yang baika ini. Namun bukan jenis mobil mobil pribadi saja yang mengalami peningkatan, untuk jenis truck sendiri juga demikin mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Deretantruk terbesar di dunia umumnya adalah jenis dump truk untuk tambang dengan ukurannya raksasa.
Polnische Frauen In Deutschland Suchen Mann. Foto Pabrik nikel sulfat terbesar pertama di RI. Doc Harita Nickel Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ternyata kini memiliki fasilitas pengolahan dan pemunian smelter nikel sulfat terbesar di dunia. Nikel sulfat merupakan bahan utama penyusun prekursor katoda baterai kendaraan nikel sulfat yang juga merupakan pertama di Indonesia ini berada di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku sebagai pabrik nikel sulfat terbesar di dunia ini tak lain karena memiliki kapasitas produksi nikel sulfat hingga 240 ribu ton per tahun. Pengoperasian pabrik nikel sulfat di Pulau Obi ini baru saja diresmikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rabu, 31 Mei operasi produksi nikel sulfat ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi yang diwakili Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto, dilanjutkan dengan peninjauan operasional produksi nikel sulfat di pabrik dengan teknologi High Pressure Acid Leaching HPAL PT Halmahera Persada hadir dalam acara peresmian tersebut Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik serta jajaran manajemen Harita Group dan Lygend Resources Technology Co. penampakan pabrik nikel sulfat pertama di Indonesia dan terbesar di dunia tersebutFoto Pabrik nikel sulfat terbesar pertama di RI. Doc Harita NickelPabrik nikel sulfat terbesar pertama di RI. Doc Harita NickelTonggak Sejarah BaruDirektur PT Halmahera Persada Lygend Tonny H. Gultom dalam sambutannya menyatakan Harita Nickel melalui PT HPL yang berkolaborasi dengan Lygend Resources Technology Co. Ltd. kembali mencatatkan sejarah baru setelah di Juni 2021 menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate MHP sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik dan menjadi industri pionir di Indonesia."Pada hari ini kami kembali menancapkan tonggak sejarah baru di mana Bapak dan Ibu sekalian akan menjadi saksi peresmian dari pabrik nikel-sulfat yang juga diproduksi PT Halmahera Persada Lygend," kata nikel sulfat yang berdiri di Pulau Obi ini, disebut Tonny akan menjadi pabrik pertama di Indonesia yang memproduksinya sekaligus menjadi yang terbesar di dunia dari sisi kapasitas produksi."Dalam hal kapasitas produksi NiSO4, Perseroan akan terus melakukan penyempurnaan dan meningkatkan kapasitasnya hingga mencapai metrik ton/tahun dengan kandungan nikel metal ton/tahun dan ditargetkan tercapai pada pertengahan Q2 tahun 2023," ungkap perdana nikel sulfat rencananya akan dilakukan pada Juni mengungkapkan, di Pulau Obi yang kaya mineral ini Harita Nickel konsisten membangun industri pertambangan terintegrasi dari hulu hingga ke hilir. Dimulai dari pertambangan pada tahun 2010 melalui PT Trimegah Bangun Persada Tbk, Harita Nickel telah mengejawantahkan apa yang menjadi amanat dari pemerintah akan semangat tahun 2015, Harita Nickel telah melakukan hilirisasi melalui pengolahan nikel kadar tinggi saprolit melalui PT Megah Surya Pertiwi dengan 4 jalur produksi feronikel."Di tahun 2018 kami mulai membangun hilirisasi pengolahan nikel kadar rendah limonit yang selama ini diperlakukan sebagai over-burden batuan sisa Mixed Hydroide Precipitate," kata hilirisasi tersebut resmi beroperasi pada Juni 2021 melalui afiliasi PT Halmahera Persada Lygend. Selanjutnya anak usaha Harita Nickel lainnya, yakni PT Halmahera Jaya Feronikel PT HJF pada semester I 2023 ini telah menyelesaikan pembangunan smelter feronikel dengan 8 jalur produksi."Semangat hilirisasi ini terintegrasi dalam bentuk peta jalan bisnis, yang hingga hari ini dengan bangga dan penuh rasa syukur, bergandengan tangan bersama partner kami dari Lygend Resources Technology Co. Ltd. telah berhasil naik ke jenjang pencapaian baru dengan diproduksinya nikel sulfat," tandas Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto dalam sambutannya menyatakan apa yang dihasilkan Harita Nickel merupakan pencapaian yang sangat luar biasa bersejarah."Kita mengulang sejarah 2 tahun lalu bersama Menko Marves meresmikan pabrik HPAL pertama. Ini sesuatu yang membanggakan, di mana hari ini kita akan meresmikan nikel sulfat yang merupakan produk turunan dari nikel yang nanti dapat diolah menjadi prekursor," kata Septian, keberhasilan ini sangat mengesankan dan luar biasa karena sekaligus menujukkan bagaimana kolaborasi investor lokal dan investor asing bisa bekerja sama dengan menambahkan pabrik HPAL yang ada di Pulau Obi ini merupakan salah satu pabrik yang pengelolaan operasionalnya sangat baik."Kita lihat pabrik-pabrik HPAL di dunia itu butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa melakukan ramp up capacity tapi di sini dengan teknologi baru ini hanya dalam waktu beberapa bulan bisa meningkatkan kapasitas," kata Septian."Kami juga baru melakukan audit seluruh kawasan industri pertambangan dan di Obi ini merupakan salah satu yang terbaik dalam hal pengelolaannya," papar pun berpesan agar pengelolaan terhadap lingkungan yang baik di Pulau Obi bisa terus dilanjutkan. Selain itu kontribusi terhadap masyarakat sekitar serta program-program CSR dan bantuan masyarakat yang tepat sasaran juga untuk terus dipertahankan."Saya kira ini akan menciptakan keselarasan dan keharmonisan antara perusahaan dengan masyarakat," pungkas itu Zhang Bao Dong, Direktur PT Halmahera Persada Lygend yang juga merupakan perwakilan Lygend Resources Technology Co. Ltd. dalam sambutannya menyatakan bahwa Lygend sangat bangga bisa bekerjasama dengan Harita Group dan menghasilkan pabrik HPAL sampai turunannya yaitu nikel sulfat."Besar harapan kami bahwa ke depannya Harita dan Lygend akan bersama-sama membangun industri hilirisasi demi memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan," kata yang konstruktif lanjut Zhang akan terus dilakukan untuk mengembangkan lebih hilir lagi dari ekosistem baterai kendaraan listrik yang berasal dari Pulau Obi Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik menyatakan rasa bangganya bisa menjadi saksi keberhasilan PT HPL yang memproduksi nikel sulfat pertama di Indonesia."Bagi kami ini luar biasa dan tentunya diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat Halmahera Selatan," kata Usman. [GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya Bukti Nikel RI Jadi "Raja" di Negeri Sendiri wia
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID j9G_8XkhwbocivMKMiJ1bZhshK2YjTrMVgBGuooZ_e2J-GYuMoesXg==
Solo - Sola Gracia Ribka Utama 8 bocah yang menjadi korban kecelakaan mobil tertimpa truk di Semarang akhirnya meninggal dunia. Sola sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan setelah berhasil dua hari berjuang melawan luka yang dialaminya bocah 8 tahun itu pun dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka disampaikan oleh paman korban, Lokius William menyebut jika Sola meninggal dunia di RSUP Dr Kariadi pada pukul WIB. "Saya konfirmasi dari ayahanda Sola, dinyatakan meninggal dunia pukul WIB," ujarnya melalui pesan singkat, Kamis 8/6/2023.Sola sebelumnya sempat diselamatkan saat terjebak di dalam mobil yang tertimpa truk. Proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas berjalan cukup lama hingga memakan waktu kemudian dilarikan ke RSUP Dr Kariadi untuk mendapat menyebut Sola merupakan sosok yang periang dan ceria. Dia dikenal sangat menyayangi ibundanya yang juga tewas dalam kecelakaan tersebut."Terus terang mereka Sola dan kakaknya, Mathew Danish itu orangnya periang, ceria, sayang banget sama mamanya," ini menambah jumlah korban tewas akibat kecelakaan yang terjadi di jalan ProfHamka,Ngaliyan,Semarang pada Rabu 7/6 lalu dan menjadi tiga orang. Dua korban yang sebelumnya meninggal di lokasi kejadian yakniYulianaEvelien 37 dan seorang bocah bernamaAdriel 11.Seperti diketahui terjadi kecelakaan di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang pada Rabu 7/6. Truk tronton terguling dan menimpa mobil yang datang dari arah berlawanan sekitar pukul evakuasi satu korban juga memakan waktu lebih dari empat jam. Korban akhirnya meninggal setelah berjuang melawan sakitnya."Terjadi laka lantas di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, tronton membawa pasir dari atas, dari Ngaliyan menabrak kendaraan di depannya dan ada korban dua meninggal, satu telah dievakuasi, baru selesai kita bawa ke RS Kariadi," kata Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi saat di lokasi, dan mobil yang sempat menutup jalan itu juga membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan. Saat ini, polisi masih menyelidiki terkait penyebab kecelakaan itu."Kita dalam proses penyelidikan," ujarnya. Simak Video "Ganjar Ingatkan Bahaya Hoaks Saat Hadiri Haul KH Dalhar Watucongol" [GambasVideo 20detik] apl/sip
- Cassius adalah buaya terbesar di dunia yang hidup di penangkaran. Usianya saat ini diperkirakan lebih dari 100 tahun. Buaya terbesar ini ditangkap pada tahun 1984, karena menyebabkan masalah di peternakan sapi. Selanjutnya, para peneliti membawanya ke Green Island, Australia, tempat ia tinggal sampai baru saja menginjak usia 120 tahun, atau setidaknya itulah perkiraan umurnya. Pasalnya, sulit menentukan umur buaya berdasarkan ukurannya. Begitu mereka mencapai usia dewasa, laju pertumbuhan buaya melambat dan akhirnya terhenti. Buaya dengan ukuran besar biasanya tumbuh saat remaja dengan jantan yang biasanya berukuran lebih besar dari betina. "Tidak ada cara untuk mengetahui usia Cassius yang sebenarnya karena dia lahir di alam liar dan usianya hanya perkiraan," kata Toody Scoot, penjaga buaya yang merawat Cassius di Green Island, seperti dikutip dari Live Science, Kamis 8/6/2023. Baca juga Seperti Apa Amfibi Purba yang Berenang Mirip Buaya pada 250 Juta Tahun Lalu?Penangkapan buaya Cassius Pada tahun 1984, para peneliti menangkap buaya berukuran 5,5 meter ini di peternakan sapi di barat daya Darwin, Australia setelah pemilih peternakan kehilangan ternak. Saat itu, Cassius diperkirakan berusia antara 30 hingga 80 tahun dan merupakan buaya terbesar yang pernah ditangkap hidup-hidup di Australia. Hampir 40 tahun kemudian, dan setelah 35 tahun tinggal di Green Island, buaya itu masih tumbuh. Itu hal yang tidak biasa bagi buaya besar. Cassius adalah tangkapan yang sulit bagi Webb dan rekan-rekannya di tahun 1980-an. Pasalnya, buaya besar adalah target utama para pemburu, sehingga membuat mereka sangat waspada. Hal itu membuat peneliti jarang memiliki kesempatan untuk mempelajarinya. Sekarang buaya terbesar ini pun sama sekali tidak waspada. Namun masih memiliki semangat dan siap berinteraksi. Cassius sendiri telah memegang Rekor Dunia Guinness untuk buaya terbesar di dunia yang hidup di penangkaran sejak tahun 2011. Baca juga Bukti Buaya Betina Bisa Bertelur Tanpa Kawin Ditemukan Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Medan - Seekor buaya air asin bernama Cassius, disebut-sebut sebagai buaya terbesar dunia di penangkaran. Buaya dengan panjang mencapai 5,48 meter ini baru saja merayakan ulang tahunnya ke detikINET dari ABC News, usia buaya yang tinggal di Marineland Crocodile Park di Great Barrier Reef di Australia ini hanya merupakan hasil perkiraan ilmuwan dan tidak bisa dipastikan. Buaya ini ditangkap di Sungai Finness Darwin pada tahun 1984."Dia saat itu sudah merupakan buaya tua yang besar dan ukurannya tidak normal. Sebagian ekor dan hidungnya ada yang hilang," kata pakar buaya, Profesor Graeme Webb. Buaya cassius Foto ABC"Saat itu buaya besar masih jarang terlihat. Tidak ada yang berpengalaman dengan mereka. Mencoba menangkapnya pun sangat sulit. Dia sudah tua dan besar ketika kami menangkapnya dan 38 tahun kemudian, dia masih hidup. Ini membuat kami belajar mengenai umur panjang buaya," Webb, usia buaya tersebut saat ditangkap adalah sekitar 30 sampai 80 tahun. "Umurnya sekarang mungkin lebih dari seabad, mungkin saja 120 tahun," cetus Profesor dibeli dan dirawat oleh pecinta hewan bernama George Craig, dan sekarang dipelihara oleh cucunya Toody Scott. Sepanjang hidupnya, Cassius telah dikunjungi sosok besar dunia, termasuk mendiang Ratu Elizabeth II, Presiden China Xi Jinping, Raja Thailand dan mantan perdana menteri Australia Scott Morrison."Dia masih memiliki banyak percikan dalam dirinya. Umumnya, reptil tua besar cenderung cukup jinak dan tidak tertarik. Tapi Cassius selalu siap berinteraksi. Dia salah satu buaya kami yang paling hidup," katanya. Dia memperkirakan, Cassius mungkin masih akan hidup beberapa tahun lagi. Simak Video "Memberi Makan si Penguasa Muara Sungai Sebesar Mobil di Blanakan Subang" [GambasVideo 20detik] dhm/dhm
foto mobil truk terbesar di dunia